SERANGAN PENYAKIT JANTUNG

serangan penyakit jantung

Banyak orang kaget ketika seseorang meninggal mendadak dan setelah didiagnosa ternyata menderita serangan penyakit Jantung. Apa itu penyakit jantung?

PENGERTIAN

Pengertian serangan Penyakit jantung adalah sakit yang disebabkan oleh tidak bekerjanya jantung secara baik dan benar, sehingga akhirnya mempengaruhi seluruh sistem tubuh kita. Penanganan yang tepat bisa menyebabkan korban tertolong namun bila tidak maka bisa berakibat fatal. Bagaimana sakit jantung bisa terjadi? Berikut faktor penyebab sakit jantung

Faktor risiko serangan penyakit jantung

Penyakit jantung bawaan
Serangan jantung dapat terpadi pada siapa saja, tetapi risikonya sangat tinggi ketika genetika berperan. Risiko penyakit jantung bawaan ditentukan dengan kondisi saudara laki-laki tingkat pertama seperti ayah, saudara laki-laki, di bawah usia 55 tahun dengan riwayat serangan jantung atau stroke. Ini juga berawal dari saudara perempuan tingkat pertama seperti ibu, saudara perempuan atau anak perempuan di bawah usia 65 tahun dengan serangan jantung atau riwayat stroke. “Ketika kita berbicara tentang orang muda yang mengalami serangan jantung, penting untuk mendiskusikan secara individual berdasarkan faktor risiko,” kata Laffin.

Baca juga : Cara Efektif Mencegah Penyakit Jantung

Perokok aktif
Para ahli medis selalu mengingatkan bahwa menjadi seorang perokok aktif sangat berisiko terhadap berbagai penyakit di dalam tubuh, termasuk penyakit di jantung. “Dalam beberapa tahun terakhir, rokok menjadi faktor risiko terbesar penyakit kardiovaskular, terutama pada laki-laki,” ungkap Siska Suridana Danny SpJP(K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, (26/7/2018). Sebuah jurnal yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information (ncbi.nlm.nih.gov) pada 2016 menunjukkan, perokok laki-laki memiliki faktor risiko mencapai 64,9 persen terkena penyakit kardiovaskular. Para ahli menyebutkan, hanya dibutuhkan sebatang rokok sehari untuk membuat risiko seorang pria terkena serangan penyakit jantung koroner naik 50 persen.

Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Ditemukan fakta bahwa pada hipertensi, yang terjadi yaitu darah memberi tekanan terlalu besar pada sistem kardiovaskular. Lalu dinding pembuluh darah serta oto jantung bisa rusak dan menyebabkan serangan jantung termasuk komplikasi lainnya seperti gagal ginjal dan stroke. Hal tersebut akan berbahaya karena serangan jantung dan stroke kerap terjadi di rumah, bukan di rumah sakit atau klinik. Serangan tersebut juga tidak bisa diprediksi. “Makanya banyak orang yang kena serangan jantung itu di pagi atau malam hari. Karena tekanan darah pada pagi dan malam itu kondisi lebih tinggi,” ujar dr Tunggul Situmorang, konsultan ginjal dan hipertensi RS Cipto Mangunkusumo.

Stres
Berdasarkaan data penelitian, orang berusia 22-39 tahu merupakan kelompok yang tingkat stresnya paling tinggi. Stres diketahui dapat memperburuk peradangan pada pembuluh daraha koroner, yang menyebabkan sumbatan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah. Penelitian di 52 negara menunjukkan, orang yang mengalami stres permanen di rumah atau kantor, berisiko dua kali lipat terkena serangan jantung.

Baca juga : Cara mudah sembuh dari sakit jantung

Mengidap Diabetes melitus tipe 2
Menurut seorang ahli jantung, Luke Laffin, mengatakan bahwa salah satu faktor risiko besar serangan jantung di usia muda adalah karena meningkatnya penderita diabetes melitus tipe 2 di kalangan muda. Sementara, diabetes melitus tipe 2 ini bisa disebabkan pola makan yang keliru (alkohol) dan konsumsi makanan olahan yang terlalu tinggi kolesterol, dan kurangnya aktivitas fisik seperti berolahraga.

Obesitas
Obesitas dan gaya hidup yang pasif atau menurunnya aktivitas fisik turut menyumbang risiko diabetes tiep 2, dan memicu serangan jantung pada seseorang. Kelebihan berat badan tersebut bisa menyebabkan kerja jantung makin berat. Lemak yang menumpuk di area perut juga akan melepaskan zat-zat kimia yang memicu terjadinya peradangan. Sehingga memicu timbunan pak di sekitar arteri sehingga sirkulasi darah tersumbat. Akibatnya adalah serangan jantung.

MACAM-MACAM DIAGNOSA SERANGAN JANTUNG

Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner atau juga disebut penyakit arteri koroner adalah jenis penyakit jantung yang paling sering dialami oleh kebanyakan orang. Ketika Anda menderita serangan penyakit jantung ini, gumpalan berlemak yang disebut plak menumpuk di arteri jantung Anda. Anda tidak akan tahu adanya gumpalan tersebut pada awalnya, namun seiring waktu gumpalan akan mempersempit arteri Anda, seperti halnya pipa yang tersumbat. Hal ini akan membatasi aliran darah ke otot jantung Anda.

Dengan aliran darah yang lebih sedikit, jantung Anda tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya, dan hal ini dapat menyebabkan nyeri dada yang disebut angina, terutama ketika Anda berolahraga atau melakukan pekerjaan berat. Hal ini juga dapat mempengaruhi seberapa baik jantung Anda memompa dan membuat tubuh Anda kekurangan oksigen. Tanpa oksigen, sel tubuh Anda tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya dan Anda akan merasa sulit bernapas atau merasa lebih lelah dari biasanya. Jika plak pecah dan menyumbat arteri secara total, Anda mengalami serangan jantung.

Penyakit Jantung Koroner pada Wanita vs. Pria

Penyakit jantung koroner dapat mempengaruhi wanita dan pria secara berbeda. Pria lebih cenderung mengalami nyeri dada yang intens. Wanita mungkin mengalami sesak atau tekanan di dada, tetapi juga mungkin hanya merasa tidak nyaman seperti ketika salah makan. Wanita lebih sering merasa kelelahan, sulit bernapas, dan mual. Perbedaan ini mungkin karena wanita cenderung mengalami penyumbatan di arteri jantung yang lebih kecil.

Baca juga : Dr Laser alat pencegah penyumbatan darah

Kardiomiopati
Kardiomiopati adalah sekelompok penyakit yang membuat otot jantung Anda tebal, kaku, atau lebih besar dari ukuran normal. Seiring waktu, jantung Anda menjadi lebih lemah, dan lebih sulit untuk memompa darah dan mempertahankan ritme teraturnya. Jenis yang paling umum adalah kardiomiopati dilatasi yang terjadi di ventrikel kiri. Semakin memburuk, ventrikel tidak dapat memompa dengan sangat baik, dan darah mulai terbendung di jantung Anda.

Pengaruh Kardiomiopati

Ketika otot jantung menebal, aliran darah akan terhambat sehingga Anda kekurangan oksigen. Hal ini menyebabkan masalah seperti pusing, pingsan, dan sesak napas. Ritme jantung Anda juga dapat terganggu sehingga muncul rasa berdebar. Ginjal Anda akan bereaksi terhadap jumlah darah yang lebih rendah dengan cara menahan lebih banyak air dan garam dari biasanya, dan hal ini dapat menyebabkan pembengkakan di tungkai, kaki, dan organ-organ lainnya.

Penyakit Katup Jantung
Katup yang memandu darah Anda melewati jantung adalah berupa flap yang membuka dan menutup pada setiap detak jantung. Inilah yang membuat suara “lub-DUB” terdengar pada area dada Anda. Tiga masalah yang berbeda dapat memengaruhi katup jantung Anda:

  • Atresia: Tidak ada celah pada katup, sehingga darah tidak dapat mengalir.
  • Arus Balik: Katup membuat darah mundur, bukan maju.
  • Stenosis: Flap menjadi tebal atau kaku, atau menempel, sehingga sedikit darah yang masuk.

Pengaruh Penyakit Katup Jantung
Beberapa orang tidak memiliki tanda selama bertahun-tahun, sementara yang lain tiba-tiba mendapatkannya. Bagaimanapun, penyakit katup jantung seringkali akan memburuk. Gejala utamanya adalah murmur, bunyi mendesis atau berdesir di antara detak jantung. Masalah katup dapat membuat jantung Anda bekerja lebih keras dan menyebabkan masalah aliran darah, sehingga Anda dapat merasa lebih lelah dari biasanya, Sulit bernapas, Memiliki pembengkakan di tungkai, kaki, atau perut (jika tubuh Anda tidak bisa mendapatkan darah kembali ke jantung Anda seperti seharusnya)

Infeksi Jantung

Seperti di bagian lain dari tubuh Anda, kuman seperti bakteri atau virus dapat menyebabkan infeksi di jantung Anda. Infeksi dapat datang secara perlahan atau cepat, dapat hilang dengan sendirinya atau mengancam jiwa jika tidak diobati.

Gejala Infeksi Jantung
Gejala infeksi jantung tergantung pada lokasi infeksi berada. Jika terdapat di kantung sekitar jantung Anda, Anda mungkin mengalami pembengkakan yang menyebabkan nyeri dada. Jika Anda memiliki katup jantung pengganti yang terinfeksi, kuman dapat menumpuk di sekitar area dan menyebar, menyebabkan masalah pada organ lain di tubuh Anda. Anda akan merasakan beberapa gejala yang sama seperti infeksi jenis lain dan juga efek tekanan pada jantung, misalnya perubahan irama jantung, demam, sesak napas, atau rasa lelah.

Aritmia
Anda mungkin pernah merasa saat jantung Anda berdebar atau berhenti berdetak. Hal itu disebabkan oleh perubahan ritme jantung Anda, yang disebut sebagai aritmia, dan biasanya tidak berbahaya. Detak jantung Anda dikendalikan oleh aliran listrik singkat, dan perubahan kecil pada aliran tersebut biasanya bukan masalah. Namun aritmia yang lebih serius dapat mengganggu fungsi jantung Anda dan menyebabkan masalah serius.

Saat Jantung Anda Kehilangan Ritme-nya

Ketika Anda merasa jantung Anda berdetak lebih lambat dari biasanya, itu berarti organ dan otot Anda mungkin tidak mendapatkan cukup oksigen. Anda akan merasakan sakit di dada dan pusing, atau bahkan pingsan. Jika ritme tidak teratur secara total, jantung Anda menjadi seperti gelatin yang bergetar dan tidak dapat memompa sama sekali. Hal ini disebut fibrilasi dan dapat mengancam jiwa.

Penyakit Jantung Bawaan.
PJB adalah kelainan jantung yang Anda alami sejak lahir, dan hal ini memengaruhi cara darah mengalir pada jantung Anda. PJB terjadi ketika dinding, katup, atau pembuluh darah tidak berkembang dengan benar sebelum Anda lahir. Beberapa masalah seperti lubang di ruang jantung, dapat diperbaiki dengan mudah atau tidak perlu pengobatan sama sekali. Beberapa masalah lain seperti katup yang hilang, memerlukan pengobatan jangka panjang.

Baca juga : Cara Cerdas Menjual Sebening Alam

Pada umumnya PJB tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi tanpa aliran darah teratur, tubuh Anda tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkan. Hal ini akan menyebabkan warna kulit kebiruan, sesak napas, dan rasa lelah. Defek yang ada akan membuat jantung Anda bekerja lebih keras, yang dapat menyebabkan gagal jantung. PJB juga dapat menyebabkan masalah seperti aritmia, kesulitan bernapas, dan cairan di paru-paru Anda.

MENGENALI GEJALA SERANGAN PENYAKIT JANTUNG

Ciri-ciri Penyakit Jantung: Nyeri Dada

Nyeri dada merupakan rasa tidak nyaman di dada yang dapat disebabkan oleh banyak hal. Tidak hanya merupakan gejala penyakit jantung, kelainan organ lain seperti paru, kerongkongan, lambung, tulang, serta otot juga dapat menyebabkan nyeri dada. Sehingga, kita perlu memahami nyeri dada bagaimana yang cenderung kita duga sebagai masalah di jantung. Nyeri dada pada penyakit jantung biasanya disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah jantung yang mengakibatkan kurangnya asupan darah ke otot jantung.

Nyeri dada yang khas akibat masalah jantung biasanya disebut dengan nyeri dada tipikal angina, dengan karakteristik :

  • Dada terasa berat atau tertekan di daerah belakang tulang dada.
  • Menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, bahu, atau ulu hati.
  • Dicetuskan oleh aktivitas ataupun stress emosional.
  • Berlangsung dalam beberapa menit kemudian hilang dengan beristirahat atau pemberian obat nitrat. Jika nyeri dada mulai timbul bahkan saat beraktivitas seperti biasa, dapat kita curigai ada perburukan kondisi dan harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan tatalaksana.
  • Nyeri dada yang berlangsung lama hingga > 20 menit dan tidak hilang dengan istirahat dapat dicurigai sebagai serangan jantung akut dan harus sesegera mungkin mendapat penanganan yang tepat.
  • Dapat disertai keringat dingin, mual/muntah, nyeri perut, sesak nafas, dan pingsan.

Nyeri dada akibat penyakit jantung juga dapat memberikan gejala yang tidak khas, atau disebut dengan nyeri dada angina atipikal, dengan ciri-ciri:

  • Rasa tidak nyaman di daerah penjalaran (lengan kiri, leher, rahang, bahu).
  • Nyeri daerah ulu hati.
  • Sesak nafas yang tidak dapat diterangkan, atau rasa lemah mendadak yang sulit dijelaskan.
  • Biasanya keluhan atipikal ini sering dijumpai pada usia tua (> 75 tahun), wanita, dan penderita diabetes mellitus.

Ciri-ciri Serangan Penyakit Jantung: Sesak Nafas

Sesak nafas akibat penyakit jantung terjadi akibat dari penumpukan cairan di paru-paru. Penumpukan cairan ini diawali dari ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh, sehingga menyisakan darah di jantung dan mengganggu aliran darah dari paru-paru yang akan masuk ke jantung sehingga dapat terjadi kebocoran cairan ke paru-paru dan menyebabkan sesak nafas.

Sesak nafas akibat penyakit jantung biasanya memiliki karakteristik :

  • Dicetuskan oleh aktivitas fisik, atau bisa juga dalam kondisi lebih berat dirasakan saat istirahat.
  • Berhubungan dengan posisi. Seseorang yang mengalami sesak nafas akibat penyakit jantung akan merasa lebih nyaman dalam posis setengah duduk yang sering ditandai dengan kebiasaan tidur menggunakan 2 – 3 bantal.
  • Menyebabkan terbangun malam hari akibat sesak nafas.
  • Batuk terus menerus yang tidak hilang dan tidak disertai demam ataupun kelainan lain dapat dicurigai akibat penumpukan cairan di paru-paru seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Ciri-ciri Serangan Penyakit Jantung: Mudah Lelah

Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, dimana darah tersebut membawa banyak komponen yang diperlukan setiap sel di tubuh kita. Proses ini dapat terganggu jika ada gangguan di jantung yang menyebabkan pompa jantung terganggu. Banyak hal yang dapat menyebabkan rasa lelah, yang jelas hal itu menunjukkan bahwa seseorang butuh lebih banyak istirahat.

Baca juga : Dapat uang dari bisnis online terbaru

Rasa mudah lelah dapat disebabkan oleh penyakit jantung, terutama jika seseorang merasa jauh lebih lelah daripada biasanya saat melakukan pekerjaan atau aktivitas yang biasa dia lakukan sehari-hari. Bahkan pada kondisi yang lebih berat, seseorang dapat mulai merasa lelah bahkan hanya dengan melakukan aktivitas rumah sehari-hari saja.

Ciri-ciri Penyakit Jantung: Jantung Berdebar (Palpitasi)
Istilah palpitasi memiliki makna detak jantung yang tidak teratur atau terlalu cepat. Gejala palpitasi ini biasanya disebabkan oleh gangguan irama/listrik jantung. Jantung berdetak cepat atau tidak teratur sesekali merupakan kondisi yang normal, terutama jika seseorang merasa terlalu semangat, cemas, kurang tidur, atau bisa juga karena konsumsi kafein.

Akan tetapi, terkadang jantung berdebar juga menunjukkan adanya masalah jantung. Sehingga penting untuk memperhatikan bagaimana keluhan palpitasi tersebut muncul, seberapa sering, dan pada saat melakukan aktivitas apa. Sebaiknya keluhan jantung berdebar di periksakan ke dokter jika :

Dirasakan lebih dari beberapa detik.

Sering terjadi atau semakin sering dirasakan. Ciri-ciri Penyakit Jantung: Bengkak pada Kaki dan Tungkai atau Jari Kaki dan Tangan Kebiruan
Seperti halnya sesak nafas akibat penumpukan cairan di paru-paru, maka bengkak pada kaki dan tungkai terjadi akibat penumpukan cairan di bagian tersebut. Darah dari seluruh tubuh akan kembali ke jantung, dan apabila darah tidak dapat kembali ke jantung, terjadilah penumpukan di bagian kaki dan tungkai. Ciri khas pembengkakan kaki dan tungkai akibat penyakit jantung yaitu meninggalkan tanda lekukan jika ditekan dengan jari. Penyakit lain yang dapat menyebabkan bengkak pada kaki yaitu penyakit ginjal, gangguan fungsi hati, aliran darah yang tidak efisien di kaki, atau efek samping dari beberapa obat.

Penyakit jantung tidak hanya dijumpai pada dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak. Yang paling sering dijumpai pada anak-anak adalah penyakit jantung bawaan. Penyakit jantung bawaan merupakan kondisi dimana struktur jantung tidak sebagaimana mestinya. Menyebabkan darah bersih dan darah kotor bercampur, sehingga anak menjadi sesak, mudah lelah, hingga tampak kebiruan pada ujung jari-jari tangan dan kaki. Biasanya pada kondisi ini, bisa disertai dengan keluhan :

Tumbuh kembang anak tidak sesuai usia.
Anak mudah lelah. Bahkan saat bermain, sering kita jumpai anak mengambil posisi jongkok untuk beristirahat sebentar.
Pada bayi, dapat dijumpai minum ASI yang terputus-putus.
Sering mengalami batuk atau infeksi saluran nafas.
Setelah memahami tanda-tanda serangan penyakit jantung, diharapakan masyarakat dapat lebih waspada terhadap kondisi jantungnya masing-masing, sehingga apabila dijumpai kelainan dapat diberikan tatalaksana lebih dini dan dilakukan pencegahan sekunder.

CARA MENCEGAH SERANGAN PENYAKIT JANTUNG

Banyak faktor yang dapat memicu serangan penyakit jantung, namun sebagian besar di antara dapat Anda kontrol dan cegah. Hal kecil yang Anda lakukan setiap hari dapat membuat perubahan dalam hidup Anda.

Dulu, gagasan yang mengemuka adalah bagaimana mencegah serangan jantung kedua atau susulan setelah terjadi serangan jantung pertama. Tapi pendapat ini bergeser. Kini pencegahan utama dilakukan dengan lebih memperhatikan gaya hidup, mulai dari makan makanan bergizi, tidak merokok, mengelola stress, olahraga secukupnya dan menjaga tekanan darah.

Bersantailah. Hilangkan stress sebisa mungkin. Temukan cara untuk meredam stress yang tidak bisa dihindarkan. Olahraga, meditasi, dan curhatlah pada orang yang Anda percaya.

Jaga berat badan. Menurunkan berat badan Anda ke tingkatan yang sehat adalah nilai plus untuk jantung Anda.

Perhatikan juga

Perbaiki apa yang Anda makan. Tambahkan buah-buahan, sayuran, protein, dan biji-bijian. Kurangi makanan bergaram, berlemak ‘jahat’ tinggi, atau yang digoreng. Lakukan lagi untuk makanan keesokan harinya, dan terus sampai menjadi rutin.

Batasi alkohol. Moderate drinking mungkin ok, tapi lebih dari itu buruk untuk kesehatan Anda. Apa itu moderate drinking? Satu gelas sehari untuk wanita, dan dua gelas sehari untuk laki-laki.

Buat “menu” olahraga. Untuk jantung Anda, Anda harus memiliki kebiasaan agar tetap aktif, jadi buatlah daftar beberapa aktivitas yang menyenangkan. Dengan cara ini, Anda selalu punya pilihan akan apa yang harus Anda lakukan untuk berolahraga setidaknya empat kali dalam seminggu selama 30 menit. Fungsinya adalah membakar kalori dan membuang berat badan lebih.

Periksakan darah Anda. Banyak orang memiliki tekanan darah, kadar kolesterol, atau kadar gula darah yang terlalu tinggi, dan mereka tidak mengetahuinya. Dokter Anda bisa memeriksa semua hal ini, dan bila ada yang terlalu tinggi, segera lakukan perubahan.

Baca juga : Cara mencegah Diabetes

Jangan merokok. Merokok tidak hanya buruk untuk paru-paru Anda, tapi juga meningkatkan risiko serangan penyakit jantung.

Jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter Anda. Dokter dapat membantu Anda fokus dalam memulai kebiasaan sehat seperti beberapa yang sudah disebutkan di atas. Dokter juga dapat membantu Anda mengetahui bila riwayat kesehatan keluarga Anda membahayakan Anda, sehingga Anda mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Apapun yang bisa kita lakukan sejak dini, semakin baik. Kita perlu membiasakan diri, dan anak-anak kita, terutama soal obesitas. Kita harus waspada dengan faktor risiko serangan jantung mengingat, tingkat serangan jantung pada usia muda terus meningkat,”

Ditambahkan, kini tak cukup banyak anak muda yang sadar dan justru tak menganggap serius faktor risiko tersebut.

Pilih Pola Makan Sehat adalah cara mencegah penyakit jantung ini adalah langkah paling dasar. Makanan yang kamu konsumsi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu pilihlah makanan yang sedikit mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan sodium.

Lalu Apalagi cara mencegahnya

Cara mencegah penyakit jantung sebagai tambahan, kamu bisa melakukan latihan menguatkan otot baik itu di bagian kaki, pinggul, punggung, perut, pundak, dan lengan selama dua hari atau lebih. Anak-anak setidaknya harus aktif bergerak 60 menit per hari untuk mencegah penyakit jantung sejak dini.

Anda juga disarankan konsisten menjaga pola hidup sehat

Berhati-hati memilih jenis makanan. Beberapa jenis makanan yang berkontribusi mengakibatkan diabetes misalnya makanan cepat saji.

Untuk mencegah diri agar terhindar dari serangan jantung, ada baiknya Anda juga mengetahui sejumlah perilaku yang memicu penyakit tersebut. Beberapa yang patut diwaspadai adalah obesitas, pola makan yang buruk dan kurang olahraga, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, dan riwayat kesehatan keluarga.

“Tidak malah mengingkari dan mengatakan, ‘ah saya masih terlalu muda’. Ketika kita kini tahu bahwa sebagian besar serangan jantung dialami orang dengan usia muda, maka penting untuk melakukan konsultasi personal berdasar faktor risiko,”

Bila Anda termasuk orang-orang yang berisiko, misalnya dari penyakit jantung bawaan keluarga, maka sadari sejak awal. Laffin mengatakan, perlu deteksi gejala dan pengakuan yang jujur.

Baca juga : Cara mengobati syaraf terjepit

Pedoman kesehatan merekomendasikan orang berusia 20 hingga 39 tahun tanpa risiko penyakit bawaan, juga perlu melakukan penilaian kesehatan jantung dan pembuluh darah secara berkala. Sementara mereka yang memiliki risiko genetik atau keturunan, disarankan sedini mungkin berkonsultasi dengan dokter.

Inti utamanya, adalah pencegahan. Penting untuk memahami faktor risiko serangan jantung, entah itu dari tekanan darah, lingkar pinggang atau pertanda lain. Kemudian bergegaslah memperbaiki pola hidup.

Rutin cek tensi dan kolesterol karena rutin mengecek tekanan darah dan kolesterol setiap hari dapat mencegah penyakit kardiovaskular. Pada umumnya, tekanan darah bisa dibilang normal ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg. Saat angka sistolik (angka atas) kamu berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya kamu memiliki “prehipertensi”. Sementara untuk kadar kolesterol total yang baik dalam darah adalah kurang dari 200 mg/dl. Biasanya kolesterolmu dinilai tinggi kalau sudah mencapai angka 240 mg/dl atau lebih.

Terakhir yang perlu anda perhatikan

Sebagai bagian dari diet sehat, konsumsi banyak sayur dan buah, gandum utuh yang kaya serat, ikan (setidaknya dua kali seminggu), kacang-kacangan, legume, dan biji-bijian. Cara mencegah penyakit jantung usahakan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi daging. Pilih produk olahan susu rendah lemak dan unggas tanpa kulit. Batasi minuman manis dan daging merah. Jika kamu memilih untuk makan daging, pilihlah yang paling sedikit mengandung lemak.

Aktif Bergerak bisa jadi cara mencegah penyakit jantung dengan secara perlahan melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang seperti jalan cepat setidaknya 150 menit atau 2,5 jam setiap minggu atau 1 jam 15 menit (75 menit) aktivitas fisik aerobik intensitas tinggi seperti lari dan jogging atau kombinasi keduanya setiap minggu.

Penutup

Jaga Berat Badan Tetap Ideal ya sebab bbesitas atau berat badan berlebih jangan sampai dianggap remeh. Orang dengan obesitas cenderung memiliki kadar LDL kolestrol yang tinggi. Terlalu banyak kolestrol yang menyumbat arteri atau aterosklerosis, dapat juga menyebabkan serangan jantung.

Demikian penjelasan tentang serangan penyakit jantung semoga bermanfaat bagi kita semua untuk segera berbenah agar kita tidak mengalami sakit tersebut.